Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

Boneka Penangkal Hujan di Jepang ("Teru-Teru Bozu")

Bagi penggemar anime/manga, pastinya pernah melihat gambar seperti ini :




yap, inilah boneka yang disebut juga "Teru-Teru Bozu". Boneka ini dibuat oleh masyarakat Jepang sebagai tradisi kebudayaan untuk penangkal hujan. Apabila mereka ingin esok hari cuca cerah, mereka menggantungkan boneka ini di dekat jendela pada malam harinya. Boneka ini juga bisa di kreasikan dengan berbagai warna kain dan bentuk muka yang berbeda-beda. lucu kan? :-D

Berdasarkan dari segi etimologisnya, boneka "Teru-Teru Bozu" ini berasal dari kata "Teru" yang menggambarkan sebagai sinar matahari, dan "Bozu" adalah biksu.  Mengapa harus ada kata "Bozu/Biksu?", ternyata, ini semua ada sejarahnya tersendiri (boneka ada sejarahnya juga lho ternyata :O).

Sejarah Mengenai Teru-Teru Bozu

Sejarah Teru-Teru Bozu ini di duga berasal dari sebuah kisah mengenai seorang biksu yang menjanjikan akan mendatangkan sinar matahari kepada petani, karena banyaknya tanaman yang rusak akibat hujan yang berkepanjangan. Namun karena biksu tersebut tidak bisa mendatangkan sinar matahari, akhirnya biksu itupun di hukum mati.

Mungkin nama "Bozu" untuk boneka ini tidak bisa di artikan sepenuhnya sebagai seorang "biksu". Namun lebih kepada kepala boneka yang bundar, di artikan sebagai kepala yang botak, maka dengan begitu cahaya matahari akan memantul, dan mengakibatkan cuaca akan menjadi cerah nantinya.

Apabila Teru-Teru Bozu di taruh terbalik, maka diartikan, kita ingin meminta hujan :


Lagu Teru-Teru Bozu
Romanji

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Sorete mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo

Terjemahan Bahasa Indonesia :

Teru-Teru-bōzu, bōzu Teru
Jangan membuat esok hari yang cerah
Seperti langit dalam mimpi suatu waktu
Jika cerah aku akan memberimu sebuah bel emas

Teru-Teru-bōzu, bōzu Teru
Jangan membuat esok hari yang cerah
Jika Anda membuat keinginan saya menjadi kenyataan
Kami akan minum banyak anggur beras manisTeru-Teru-bōzu, bōzu Teru
Jangan membuat esok hari yang cerah
Tetapi jika awan menangis (hujan)
Lalu aku akan memotong kepala
 


Cara Membuat Teru-Teru Bozu
1) Siapkan Alat dan Bahan (Tissue/kain, gunting, benang, jarum, spidol)


2) Ambil Tissue yang telah di siapkan, lalu di bentuk bulat


3) Setelah menjadi bulat, bungkus kembali dengan sehelai Tissue/Kain agar terlihat lebih rapi


4) Letakkan bulatan tissue tersebut ke tengah-tengah tissue/kain 


5) Ikatkan benang pada kepala Tissue


6) Setelah diikat hingga bulatan tersebut benar-benar terkunci, Gunting benang yang tersisa


7) Masukkan jarum pada posisi atas kepala teru-teru bozu dan buatlah jarumnya keluar di dekat jalur masukknya. Sesudah itu tarik jarum bersama benangnya keluar, potong benang pada jarak yang diperkirakan cukup, dan ikat kedua ujung benang dengan simpul mati.

8) Gambarlah ekspresi wajah pada Teru-Teru Bozu menggunakan spidol


9) Teru-Teru Bozu siap di gantungkan :)


Sumber : (Kaskus.us)

Kamis, 12 Januari 2012

Wanita Berleher Panjang?



Mungkin bagi para wanita, terlihat janggal melihat gambar tersebut. Meski menurut kita terlihat aneh, lain halnya bagi penduduk suku Padaung, di Thailand ini. Tradisi ini sudah biasa dilakukan oleh mereka. Leher para wanita di suku tersebut direntangkan oleh gelang logam berwarna emas yang berat dari masing-masing logam tersebut bisa mencapai 5 kg! (wooow :O). Gelang logam ini akan menekan bahu ke bawah, dan memaksa kepalanya naik ke atas (dapat membayangkan betapa berat dan sakitnya, bukan? ). 

Suku Padaung ini menganggap, wanita yang lehernya panjang merupakan suatu keindahan tersendiri bagi mereka. Jadi kesimpulannya, makin panjang leher para wanita di suku tersebut, akan terlihat makin cantik. Semakin bertambahnya umur, gelang-gelang yang ada di leher merekapun semakin banyak, dan membuat leher wanita di sana semakin panjang.

"apa tujuan mereka melakukan tradisi ini?"

Jawabannya adalah "wang", semakin banyak gelang yang disangkutkan di leher mereka, semakin banyak pula "wang" yang akan mereka (para wanita) peroleh. Wang adalah sejenis mahar yang akan diberikan para pria pada saat meminang wanita.

Dan, apabila gelang logam pada leher tersebut di lepas secara tiba-tiba, hal tersebut malah akan membahayakan. Karena setelah sekian lama tulang pada leher tersebut di tekan oleh gelang, ketika tiba-tiba gelang itu di lepaskan, tidak ada lagi sesuatu untuk menopang leher tersebut. Hal ini akan berakibat fatal apabila dilakukan.






Rabu, 11 Januari 2012

Tradisi Meminjam istri di India



Pinjam Istri? woow :O, agak ekstrem gak sih di dengernya? ketika kita mendengar kata "meminjam istri", pasti terdapat segudang pertanyaan dalam benak kita, diantaranya adalah "apakah sang suami mengizinkan?", "apakah sang istri yang dipinjam merasa bahagia? atau tersiksa?", "mengapa mesti ada tradisi meminjam istri? apakah karena sang suami yg ingin meminjam istri oarng lain tidak puas dengan pelayanan istri sendiri?".

Tradisi meminjam istri ini, marak sekali di india, terutama di wilayah miskin seperti Baghpat. kasus di India yang marak sekali di perbincangkan adalah tentang Munni, seorang ibu rumah tangga yang sudah berusia 40 tahun, melayani 3 orang pria sekaligus. 1 pria adalah suaminya, dan 2 orang lainnya merupakan saudara iparnya sendiri. 

Tradisi ini dilakukan Murni, bukan karena keinginannya, melainkan keinginan suaminya sendiri. Suami Murni memerintahkannya untuk memberikan kepuasan baik lahir maupun batin kepada saudara iparnya, baik dimanapun dan kapanpun yang mereka mau. Jika Murni menolak melayani mereka, maka ia akan di pukul. Kasus ini baru diketahaui setelah Murni menceritakan apa yang di alaminya kepada petugas sosial. 

Mengapa tradisi meminjam istri ini dapat terjadi?

Pertanyaan tersebut merupakan inti dari kasus ini. Ternyata setelah diselidiki, perbandingan antara perempuan dan laki-laki di India lumayan besar. Berdasarkan data sensus terbaru 2011, di India terdapat 940 perempuan tiap 1.000 laki-laki. Menurut angka kelahiran bayi perempuan yang lahir, pada tahun 2011 terdapat 837 kelahiran bayi perempuan, sedangkan tahun sebelumnya terdapat 850 bayi. Dan menurut informasi, di India satu keluarga bisa 3-4 orang laki-laki yang tidak pernah memilik istri.

Hal inilah yang membuat tradisi "meminjam istri" dapat terjadi, seperti yang telah di sebutkan, bahwa dalam satu keluarga bisa ada 3-4 orang laki-laki yang tidak pernah memiliki istri. jika kita bandingkan, setiap laki-laki pastilah ada keinginan ingin dipuaskan oleh pasangan sendiri, terutama oleh sang istri. namun, bagaimana jika ia tidak pernah memiliki istri? tradisi inilah yang menjadi jalan pintas bagi kaum laki-laki untuk menghamburkan hasrat seksualnya. Dan terlebih lagi, hal itu diizinkan oleh suaminya sendiri.

Apakah Penyebab dari Tradisi ini?
Banyak hal negatif yang diperoleh dari tradisi ini, diantaranya adalah :
- Tekanan batin (psikologis) bagi sang istri
- Tidak menutup kemungkinan akan adanya penyakit kelamin yang akan menular
- Sang istri sering merasa capek yang luar biasa
- Istri menjadi setres berkepanjangan
- Pekerjaan Rumah Tangga dapat menjadi terhambat akibat harus melayani pria yang bukan suaminya
- Hal yang paling ditakutkan adalah sudah tidak adanya rasa cinta sang istri kepada suami, akibat suami yang telah seenaknya meminjamkan dirinya kepada lelaki lain

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari kasus ini?
Banyak hal yang bisa kita petik dari peristiwa ini, diantaranya seperti :
* Bagi Wanita : kita harus selektif dalam memilih pasangan

(kita sebagai manusia, hendaknya dapat selektif dalam memilih pasangan, kita harus melihat kesungguhan pasangan, apakah benar mencintai kita atau tidak. Sesungguhnya, apabila suami yang benar-benar mencintai dan menyayangi kita, tidaklah mungkin ia mau meminjamkan apalagi menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya kepada pria lain) 

* Bagi Pria : Cintailah istrimu sebaik mungkin

(Bagi pria, hendaknya mencintai dan menyayangi pasangan sepenuh hati, jagalah dirinya dengan baik, karena sesungguhnya sekeras apapun watak seorang wanita, terdapat kelembutan di dalamnya. Senyumnya dapat menenangkan hati, wajahnya yang teduh dapat membuat lupa akan masalah yang telah terjadi. Sesungguhnya, dibalik pria yang sukses, terdapat sosok wanita yang ada di belakangnya. Begitulah apa yang pernah di katakan pepatah dan hadits nabi)

Festival Anak Perempuan di Jepang (Hinamatsuri)

 

Sebelumnya, saya tidak tahu terdapat festival kebudayaan Jepang yang memuliakan anak perempuan, namun setelah membaca komik miiko, dan saya tertarik mencari informasi lebih lanjut mengenai festival ini. Bukan hanya di Jepang, dalam Islam, kita juga dianjurkan untuk memuliakan anak perempuan. Sebagaimana nabi, ketika anaknya Fathimah sedang sakit, ia menciumi pipi Fathimah berulang kali. Subhanallah, begitu sayangnya beliau :'). Dan, bagi kita yang menjadi anak perempuan, hendaklah bersyukur karena telah di istimewakan baik dalam tradisi, maupun agama.

Festival Hinamatsuri ini dirayakan setiap tanggal 3 maret. Pada hari itu, keluarga yang memiliki anak perempuan  ke kuil shinto memohon kesuksesan dan kebahagiaan untuk anak perempuan mereka. Serta, apabila anak mereka yang sudah beranjak dewasa, memohon agar dilancarkan dan diberikan jodoh dalam waktu dekat.

Kuil Shinto
Pada hari itu, biasanya anak perempuan diberikan boneka sepasang kekasih (ohina-sama) oleh orang tua mereka.  Pemberian ini diyakini sebagai simbol kebahagiaan bagi puteri mereka nanti saat dapat melangsungkan pernikahan yang baik, dan memberikan kehidupan rumah tangga yang setia sampai akhir hayat. Biasanya, apabila para orang tua tidak sanggup membelikan boneka ohina-sama yang asli (bahan kain), merekapun membelikan boneka ohina-sama yang terbuat dari karet, atau jika masih tidak mampu untuk membelinya, orang tua bisa mencetak gambar boneka "ohina-sama" ini dalam bentuk print out, dan menmpelkannya di dinding kamar puteri mereka.


Ohina-Sama
Dalam peringatan Hinamatsuri ini, selain boneka, terdapat berbagai makanan yang juga turut memperingati festival ini, diantaranya Arare dan Chirashi Sushi. Arare, atau lebih lengkapnya Hina Arare, merupakan cemilan dari  beras, yang diberi warna-warni. terdapat warna putih, pink, hijau, dan kuning. sedangkan Chirashi Sushi adalah nasi yang di atasnya ditaburkan berbagai macam makanan seperti sayuran, udang, anago, kizammi nori (rumput laut), dan lain-lain.

Berkas:Hina arare.jpg
Arare
chirashi sushi xy01.jpg
Chirashi Sushi
Boneka Hinamatsuri dikeluarkan dan dipajang di ruangan paling bagus di sisi rumah. boneka ini terdiri dari 15 buah. Tempatnya panjang, di sertai undakan (seperti tangga) dan di lapisi kain berwarna merah sebagai alasnya. Pada pajangan ini, ada yang terdapat 5 atau 7 undakan.

Pada Undakan 1 (paling atas) terdapat boneka raja (O dairi sama) dan ratu (O hani sama). Latar belakang tempat duduk boneka ini (raja dan ratu) terdapat mirip pembatas dinding istana raja yang sesungguhnya. Di sisi kiri dan kanan boneka raja dan ratu ini, terdapat seperti bohlam lampu, yang berhiaskan bunga peach blossom (berwarna pink).

Undakan ke 2, terdapat tiga dayang-dayang memegang tempat sake. Undakan ke 3, ada lima orang boneka pemain musik, empat boneka memainkan alat musik yang berbeda, dan boneka satu lagi penyanyi yang memegang kipas. Undakan ke 4, diisi dengan miniatur wadah makanan, dan di sisi kiri dan kanannya terdapat dua boneka mentri kerajaan. Undakan ke 5, ada tiga buah boneka pengawal yang di apit oleh (sisi kiri) pohon jeruk, dan (sisi kanan) pohon cherry. Undakan ke 6 dan 7, diisi oleh berbagai macam miniatur ornamen furniture.  (blog puspiit : Misteri dibalik cara hidup masyarakat Jepang)

Boneka Hinamatsuri

Minggu, 08 Januari 2012

Bangka Belitung dan Kebudayaannya

A. Profil Bangka Belitung















Kepulauan Bangka Belitung merupakan Provinsi yang ke-31 di Indonesia, yang terdiri dari pulau Bangka dan pulau Belitung, serta pulau-pulau kecil lainnya yang terletak di antara kedua pulau besar ini (Bangka dan Belitung). Semula, Bangka Belitung merupakan bagian dari provinsi Sumatra Selatan, namun semenjak tahun 2000 pada undang-undang nomor 27 tahun 2000, Bangka Belitung terpisah dari kepulauan Sumatra Selatan, dan berdiri sendiri membentuk sebuah provinsi. 

Alasan mengapa kepulauan Bangka Belitung memisahkan diri dari Sumatra Selatan adalah karena kepulauan Bangka belitung ingin dapat mengelola SDA yang mereka hasilkan sendiri (ex: timah, kelapa sawit, karet, dan lada). Selain itu, kepulauan Bangka Belitung sudah memiliki 6 kabupaten dan 1 kota, yang dimana hal tersebut merupakan syarat terbentuknya suatu provinsi.


B. Mayoritas Penduduk
Pada Kepulauan Bangka Belitung, Mayoritas penduduk 65% Melayu, dan 35% Tionghoa (konghuchu). Suku asli suku bangka adalah suku Lom,yaitu dimana suku ini komunitasnya sudah sangat sedikit. Suku ini biasa nya memiliki ilmu yang tinggi,sebab mereka hidup dalam misteri yang sama sekali tidak bisa di mengerti oleh penduduk sekitarnya.

Menurut isu yang beredar, terdapat sebuah misteri pada suku lom ini, yaitu apabila kita melewati rumah suku lom, setelah rumah itu kita lewati dan kita menengok ke arah belakang untuk melihatnya lagi, maka rumah-rumah tersebutpun akan hilang dengan sendirinya. jadi konon, hingga saat ini belum ada yang betul-betul mengetahui suuku lom itu sendiri seperti apa.

 C. Sistem Perekoonomian
Sistem mata pencaharian masyarakat di kepulauan Bangka Belitung adalah :
1) Petani : menghasilkan kelapa sawit, lada, karet, buah naga
2) Pertambangan : Timah, Batu Granit, Batu Satam (batu meteor)
3) Penambakan : ikan dan udang
4) Nelayan : ikan laut, cumi, kerang, lobster
5) Kehutanan : madu alam dan rotan

Batu Satam
D. Kebudayaan Bangka Belitung
a) Perang Ketupat

Acara ini diselenggarakan setiap masuk Tahun Baru Islam (1 Muharam) di Pantai Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Pada saat acara ini berlangsung, penduduk sekitar pantai Tempilang yang menyelenggarakan acara ini akan membuka pintu rumah sebesar-besarnya untuk menyambut tamu-tamu yang berkunjung ke desa mereka. Perang ketupat adalah acara inti dari semua prosesi dari acara hari itu. Orang-orang berkumpul di Pantai Tempilang, kemudian pada saat Meriam dinyalakan bertanda acara dimulai. Orang-orang saling melempar ketupat ke setiap orang yang mereka temui.

Dulunya, ketupat yang digunakan untuk acara ini berisi beras, namun karena banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut termasuk hal yang menghambur-hamburkan, maka isi dari ketupat tersebut diganti dengan menggunakan pasir.

b) Kawin Massal
 
Kawin Massal juga dinamakan "Kawin Hederek" artinya menikah ramai-ramai. Menikah adalah acara yang sangat penting artinya bagi masyarakat, sehingga perlu disiapkan dengan matang.Tradisi ini biasanya diadakan setelah Hari Raya Idul Adha atau setelah panen lada, ataupun padi "behume" . saat-saat inilah waktu yang tepat menikahkan anak2 mereka atau menghkhitan.  Para pasangan pengantinpun  didominasi dengan Pakaian pengantin tradisional Bangka Belitung, “Baju Mirah”.

c) Ritual Mandi Berlimau

 Upacara adat membersihkan anggota tubuh dengan “air taubat”. Kegiatan adat yang dilakukan masyarakat dusun Limbung, Desa Jada Bahrin dan Desa Kimak, Kecamatan Merawang. Kegiatan ini dilaksanakan satu minggu sebelum datangnya bulan Suci Ramadhan.



d) Upacara adat Rebo Kasan

Upacara adat “Tolak Bala” disimbolkan dengan “ketupat lepas” dan “air wafa” yang dilaksanakan secara turun temurun oleh penduduk desa Air anyir, kecamatan Merawang. Merupakan Agenda tahunan setiap tanggal 24 Safar (hijriyah). 


E. Upacara Keagamaan
a) Nganggung

Yaitu membawa makanan dari rumah masing-masing yang di bawa ke masjid (memakai dulang atau sejenis piring besar yang dibuat dari lapisan melamin)   dan dibagikan untuk disantap beramai-ramai di waktu yang telah di tentukan. Nganggung ini diperingati pada tanggal 1 Muharram.

b) Selikur
upacara ini diadakan satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri. selama satu minggu sampai malam takbiran, orang-orang Bangka belitung menyalakan lampu minyak di depan rumah mereka. pada hari pertama di hidupkan lampu satu buah, dan hari-hari berikutnya satu buah lagi sampai tujuh buah lampu yang mereka nyalakan.

F. Makanan Tradisional
makanan tradisional dari Bangka Belitung diantaranya adalah :

a) Lempah Kuning
adalah masakan khas dari Pulau Bangka. Bahan dasar makanan ini adalah ikan laut dan dapat juga memakai daging, yang kemudian diberi bermacam bumbu dapur seperti kunyit, bawang merah dan putih serta lebngkuas dan terasi atau belacan yang khas dari daerah Bangka.

b) Getas / Kretek
makanan yang berbahan dasar ikan dan terigu yang buat dengan berbagi bentuk yang rasanya hampir sama dengan kerupuk.

c) Rusip

Adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan bilis yang dicuci bersih dan diriskan secara steril, kemudian dicampur dengan garam yang komposisinya seimbang. Di samping itu ditambahkan juga air gula kabung agar aroma lebih terasa, kemudian disimpan sampai menjadi matang tanpa proses pemanasan. Adonan ini harus ditutup dengan wadah yang rapat agar tidak tercampur dengan benda asing apapun. Dahulu biasanya proses adonan ini ditempatkan dalam guci yang bermulut sempit. Suhu ruangan harus dijaga. Makanan ini dapat dimasak dulu atau dimakan langsung dengan lalapan.

d) Calok

Terbuat dari udang kecil segar yang disebut dengan udang cencalo/rebon. Udang dicuci bersih dan dicampur dengan garam sebagai pengawet agar tahan lebih lama. sangat cocok untuk teman lauk nasi hangat dengan lalapan ketimun, tomat dan sayuran segar lainnya. Calok juga enak sebagai campuran omelete telur, rasanya akan lebih gurih dan nikmat.